PERJALANAN HIDUP BERSAMA ALLAH
Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.”
(Kejadian 5:23,24)
Mari memperhatikan siapakah Henokh tersebut. Dia anak dari Yared (Kejadian 5:18). Ketika Henokh berumur 65 tahun firman Allah mencatat istrinya melahirkan seorang anak yang mereka beri nama Metusalah (5:21) . Kemudian firman Tuhan mencatat: “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama 300 tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah. Jadi Henokh mencapai umur 365 tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah”. Selain itu Alkitab juga mencatat bahwa anaknya yang bernama Metusalah adalah manusia yang paling panjang usianya yang tercatat dalam Alkitab yaitu 969 tahun (five:27).
Pernyataan Alkitab bahwa “Henokh tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah” sangatlah menarik. Kalau kita perhatikan Kejadian five yang berisikan daftar silsilah keturunan Adam, semua orang yang namanya dicantumkan pada daftar silsilah keturunan Adam itu, diakhiri dengan mati kecuali Henokh. Henokh tidak mati, tetapi Dia diangkat oleh Allah. Hanya ada dua orang dalam Alkitab yang diangkat oleh Allah yaitu Henokh dan Nabi Elia.
Dalam Ibrani 11:five kita membaca: “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah”.
Mengapa Allah memperlakukan Henokh sedemikian istimewa? Mengapa Allah berkenan kepadanya? Memang tidak banyak keterangan yang kita peroleh dalam Alkitab mengenai kehidupan Henokh kecuali satu, bahwa dia bergaul dengan Allah. Hanya ada dua orang dalam Alkitab yang disebut sebagai orang yang bergaul dengan Allah yaitu Henokh dan Nuh (Kejadian 6:9). Jika dibandingkan dengan Nuh dan Nabi Elia, kita hanya menemukan bahwa dia hidup bergaul dengan Allah. Kata bergaul dalam ayat ini dalam bahasa Ibrani הָלַך àhâlak àhaw-lak’. Dalam Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan “walked with God” yaitu berjalan bersama dengan Allah.
Kelihatannya sangat sederhana, tetapi mempunyai arti yang sangat dalam. Tidak mudah untuk dapat berjalan bersama sama. Amos three:three: “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” Berjalan bersama Allah artinya tidak mendahului Allah. Tidak memegahkan diri. Tidak hidup menurut pikiran atau kehendak sendiri. Tidak hidup menurut arus zaman, dan tidak melakukan apapun juga jika tanpa petunjuk, arahan dan penyertaan Tuhan.
Kita dapat membayangkan betapa Henokh taat dan patuh kepada Allah. Dia hidup berjalan bersama Allah, bergaul bersama dengan Allah selama 365 tahun. Dia hidup dalam dunia tetapi dia tidak hidup mengikuti cara hidup dunia. Dia mengikuti cara hidup yang dikehendaki Allah
Semua hal itu terjadi karena dia mengenal, mengasihi dan beriman kepada Allah. Dalam Ibrani 11:five kita membaca: “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya”. Ungkapan ini sangat indah. Henokh tidak meninggal tetapi dia diangkat. Allah mengulurkan tangan-Nya kepada Henokh lalu membawanya ke surga.
Saudara-saudaraku, mari berjalan bersama Tuhan. Mari hidup bergaul dengan Allah. Mari melakukan kehendak Allah dengan setia, seumur hidup. Jangan mengikuti arus dunia ini, tetapi tetaplah beriman kepada Tuhan Yesus. Itulah kehidupan yang berkenan kepada Allah. IA berkenan kepada Saudara.
"Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." Kejadian 5:22, 24
Berjalan bersama Tuhan berarti hidup dalam hadirat Tuhan dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kita wajib mematuhi segala arahan Roh Kudus dan mengkhususkan hidup kita bagi rancangan Tuhan. Jika kita berjalan bersama Tuhan berarti kita melayaniNya dengan segenap keberadaan hidup ita sehingga kita berkenan kepadaNya.
PERTAMA, Hidup bergaul dengan Allah berarti bersekutu denganNya.
Kalimat ” bergaul akrab dengan Allah, hanya dipakai untuk Henokh dan Nuh (kejadian 6:9). Hal ini menunjuk kepada sebuah hubungan yang sangat
Rahasia, sebuah persekutuan yang sangat dekat dengan Allah, berjalan seolah olah disisi Tuhan. Hal ini berarti bahwa Henokh berbincang bincang dengan Allah dan Allah bercakap cakap dengannya. Hal ini dilakukan setiap hari oleh Henokh. Kata “hidup bergaul” dalam bahasa Ibrani memakai kata halak bentuk hitpael imperfect, makna harfiahnya adalah stroll constantly with God atau berjalan dengan Allah terus menerus.
Orang kristen zaman sekarang ini juga hidup bergaul dengan Allah. Tetapi ada dua hal yang kurang, yakni kita hanya berbicara kepada Allah saja dan jarang mendengarkan Allah berbicara kepada kita. Kita hanya mau didengarkan Allah tetapi belum memberikan diri untuk mendengarkan suara Tuhan. Kedua, kita berbicara dna mendengarkan suara Tuhan hanya pada waktu saat teduh saja. Setelah saat teduh kita sudah tidak lagi bersekutu dengan Dia karena kesibukan kesibukan kita,. Padahal hidup bergaul dengan Allah itu bukan hanya berbicara kepada Allah melainkan mendengarkan Allah berbicara juga kepada kita. Hubungan kita dnegan Allah lebih banyak didominasi oleh ucapan kita kepada Allah.
KEDUA, Hidup bergaul dengan Allah berarti sejalan dengan Allah.
Hidup bergaul dengan Allah juga bisa diterjemahkan berjalan bersama Allah. Pada waktu berjalan bersama seseorang, maka hal yang paling penting adalah arahnya sama. Kalau arahnya tidak sama, maka kita tidak bisa berjalan bersama. Demikian juga halnya dengan berjalan bersama Tuhan. Berjalan bersama Tuhan berarti sejalan dengan Allah. Kita sedang berjalan di dalam arah yang sama dengan arahnya Tuhan. Jika kita mengatakan bahwa kita berjalan bersama Allah namun tidak sejalan dengan Allah, maka kita sedang jalan sendirian. Alkitab mengatakan : Henokh berjalan bersama Allah dan bukannya Allah berjalan bersama Henokh. Henokh lah yang harus berjalan sejalan Allah, dan bukannya Allah yang berjalan searah henokh. Hidup bergaul dengan Allah berarti sejalan dengan Allah. Kita pergi kemana Allah pergi, kita melakukan apa yang Allah lakukan . Bukan sebaliknya. Kalau kita tidak pergi kemana Allah pergi dan melakukan apa yang Allah tidak kerjakan, maka kita tidak sedang bergaul dengan Allah. Saya ingin mengingatkan saudara, bahwa Allah itu pergi ke gereja setiap hari minggu, dia ikut persekutuan doa di gereja, dia hadir dalam ibadah ibadah di gereja. Allah juga hadir dalam rapat rapat majelis. Saudara tidak bisa mengatakan bahwa saudara hidup bergaul dengan Allah, namun saudara jarang ke gereja. Saudara juga tidak bisa mengatakan saya berjalan bersama Allah, padahal saudara tidak baca alkitab, tidak berdoa, tidak memberi, tidak bersaksi. Berjalan bersama Allah berarti pergi kemana Allah pergi dan melakukan apa yang Allah lakukan. Col 2:6 Saudara-saudara sudah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan. Sebab itu hendaklah kalian hidup bersatu dengan Dia, atau berjalan bersama dia.
Berjalan bersama Allah, berarti tidak berjalan menurut arah dunia. Dunia berjalan di jalan yang berdosa, saya akan berjalan sebaliknya, dijalan yang kudus. Henokh hidup dalam zaman yang bengkok. Dia hidup pada zaman sebelum air bah memusnahkan bumi. Zaman itu adalah zaman yang paling jahat dan rusak yang pernah ada. Di dalam kejadian 3 manusia jatuh dalam dosa. Di kejadian four , pembunuhan pertama dilakukan. Dan dalam kejadian 6 Allah menghancurkan bumi dengan air bah. Di tengah tengah rusaknya kelakukan manusia ini, Henokh hidup berjalan bersama Allah. Dia tidak hidup seturut kelakukan orang orang pada zamannya.
KETIGA: Berjalan bersama Allah berarti tidak berjalan menurut arah dunia dan menurut jalanku sendiri, melainkan berjalan searah dengan Allah. Hal ini membutuhkan penyangkalan diri, dan iman. Karena terkadang kita melihat bahwa jalan menurut dunia ini lebih mudah dan ringan. Sedangkan jalannya Tuhan kelihatannya sulit. Kalau berbohong, lebih mudah daripada berbicara jujur. Berbuat curang lebih menyelasikan masalah dibangdingkan jujur. Marah , membalas dendam lebih memuaskan dibandingkan mengasihi. Mengejar uang kelihatannya lebih kongkrit dibandingkan mengejar harta yang kekal.Tidak melayani kelihatannya lebih enak daripada melayani. Intinya bahwa berada di jalannya Tuhan itu nampaknya sulit sedangkan berada di jalan dunia ini lebih mudah dan alamiah. Seperti inilah kebohongan yang ditawarkan oleh dosa. Betulkah berbohong itu akan menyeleasikan masalah dengan mudah? Berbohogn hanya menyelesikan masalah sesaat saja. Betulakan berbuat curang akan menyelesaikan masalah? Itu pun hanya sesaat. Tanya saja Gayus yang ditangkap karena korupsi. Betulkan membalas dendam itu lebih memuaskan dibandingkan mengasihi? Sama sekali tidak memuaskan. Itu hanya memuaskan dalam tahap khayalan. Kalau sudah dilakukan tidak lagi memauskan, melainkan hanya ada peneyesalan. Betulkah tidak melayani lebih enak? Salah. Justru melayani Tuhan lebih memberikan sukacita.
Siapakah yang benar? Henokh yang berjalan searah dengan Tuhan ataukah orang orang zaman Henokh yang berjakan berlawanan dengan jalannya Tuhan? Henokh yang lebih bahagia. Mereka semu mati karena dosa dosanya, sedangkan Henokh tidak perlu melalui ngerinya kematian. Henokh mengalami sukacita yang besar, sedangkan orang orang berdosa pada zamannya hanya mengalami kesenangan dan bukan sukacita.
Mari memperhatikan siapakah Henokh tersebut. Dia anak dari Yared (Kejadian 5:18). Ketika Henokh berumur 65 tahun firman Allah mencatat istrinya melahirkan seorang anak yang mereka beri nama Metusalah (5:21) . Kemudian firman Tuhan mencatat: “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama 300 tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah. Jadi Henokh mencapai umur 365 tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah”. Selain itu Alkitab juga mencatat bahwa anaknya yang bernama Metusalah adalah manusia yang paling panjang usianya yang tercatat dalam Alkitab yaitu 969 tahun (five:27).
Pernyataan Alkitab bahwa “Henokh tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah” sangatlah menarik. Kalau kita perhatikan Kejadian five yang berisikan daftar silsilah keturunan Adam, semua orang yang namanya dicantumkan pada daftar silsilah keturunan Adam itu, diakhiri dengan mati kecuali Henokh. Henokh tidak mati, tetapi Dia diangkat oleh Allah. Hanya ada dua orang dalam Alkitab yang diangkat oleh Allah yaitu Henokh dan Nabi Elia.
Dalam Ibrani 11:five kita membaca: “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah”.
Mengapa Allah memperlakukan Henokh sedemikian istimewa? Mengapa Allah berkenan kepadanya? Memang tidak banyak keterangan yang kita peroleh dalam Alkitab mengenai kehidupan Henokh kecuali satu, bahwa dia bergaul dengan Allah. Hanya ada dua orang dalam Alkitab yang disebut sebagai orang yang bergaul dengan Allah yaitu Henokh dan Nuh (Kejadian 6:9). Jika dibandingkan dengan Nuh dan Nabi Elia, kita hanya menemukan bahwa dia hidup bergaul dengan Allah. Kata bergaul dalam ayat ini dalam bahasa Ibrani הָלַך àhâlak àhaw-lak’. Dalam Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan “walked with God” yaitu berjalan bersama dengan Allah.
Kelihatannya sangat sederhana, tetapi mempunyai arti yang sangat dalam. Tidak mudah untuk dapat berjalan bersama sama. Amos three:three: “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” Berjalan bersama Allah artinya tidak mendahului Allah. Tidak memegahkan diri. Tidak hidup menurut pikiran atau kehendak sendiri. Tidak hidup menurut arus zaman, dan tidak melakukan apapun juga jika tanpa petunjuk, arahan dan penyertaan Tuhan.
Kita dapat membayangkan betapa Henokh taat dan patuh kepada Allah. Dia hidup berjalan bersama Allah, bergaul bersama dengan Allah selama 365 tahun. Dia hidup dalam dunia tetapi dia tidak hidup mengikuti cara hidup dunia. Dia mengikuti cara hidup yang dikehendaki Allah
Semua hal itu terjadi karena dia mengenal, mengasihi dan beriman kepada Allah. Dalam Ibrani 11:five kita membaca: “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya”. Ungkapan ini sangat indah. Henokh tidak meninggal tetapi dia diangkat. Allah mengulurkan tangan-Nya kepada Henokh lalu membawanya ke surga.
Saudara-saudaraku, mari berjalan bersama Tuhan. Mari hidup bergaul dengan Allah. Mari melakukan kehendak Allah dengan setia, seumur hidup. Jangan mengikuti arus dunia ini, tetapi tetaplah beriman kepada Tuhan Yesus. Itulah kehidupan yang berkenan kepada Allah. IA berkenan kepada Saudara.
"Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." Kejadian 5:22, 24
Berjalan bersama Tuhan berarti hidup dalam hadirat Tuhan dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kita wajib mematuhi segala arahan Roh Kudus dan mengkhususkan hidup kita bagi rancangan Tuhan. Jika kita berjalan bersama Tuhan berarti kita melayaniNya dengan segenap keberadaan hidup ita sehingga kita berkenan kepadaNya.
PERTAMA, Hidup bergaul dengan Allah berarti bersekutu denganNya.
Kalimat ” bergaul akrab dengan Allah, hanya dipakai untuk Henokh dan Nuh (kejadian 6:9). Hal ini menunjuk kepada sebuah hubungan yang sangat
Rahasia, sebuah persekutuan yang sangat dekat dengan Allah, berjalan seolah olah disisi Tuhan. Hal ini berarti bahwa Henokh berbincang bincang dengan Allah dan Allah bercakap cakap dengannya. Hal ini dilakukan setiap hari oleh Henokh. Kata “hidup bergaul” dalam bahasa Ibrani memakai kata halak bentuk hitpael imperfect, makna harfiahnya adalah stroll constantly with God atau berjalan dengan Allah terus menerus.
Orang kristen zaman sekarang ini juga hidup bergaul dengan Allah. Tetapi ada dua hal yang kurang, yakni kita hanya berbicara kepada Allah saja dan jarang mendengarkan Allah berbicara kepada kita. Kita hanya mau didengarkan Allah tetapi belum memberikan diri untuk mendengarkan suara Tuhan. Kedua, kita berbicara dna mendengarkan suara Tuhan hanya pada waktu saat teduh saja. Setelah saat teduh kita sudah tidak lagi bersekutu dengan Dia karena kesibukan kesibukan kita,. Padahal hidup bergaul dengan Allah itu bukan hanya berbicara kepada Allah melainkan mendengarkan Allah berbicara juga kepada kita. Hubungan kita dnegan Allah lebih banyak didominasi oleh ucapan kita kepada Allah.
KEDUA, Hidup bergaul dengan Allah berarti sejalan dengan Allah.
Hidup bergaul dengan Allah juga bisa diterjemahkan berjalan bersama Allah. Pada waktu berjalan bersama seseorang, maka hal yang paling penting adalah arahnya sama. Kalau arahnya tidak sama, maka kita tidak bisa berjalan bersama. Demikian juga halnya dengan berjalan bersama Tuhan. Berjalan bersama Tuhan berarti sejalan dengan Allah. Kita sedang berjalan di dalam arah yang sama dengan arahnya Tuhan. Jika kita mengatakan bahwa kita berjalan bersama Allah namun tidak sejalan dengan Allah, maka kita sedang jalan sendirian. Alkitab mengatakan : Henokh berjalan bersama Allah dan bukannya Allah berjalan bersama Henokh. Henokh lah yang harus berjalan sejalan Allah, dan bukannya Allah yang berjalan searah henokh. Hidup bergaul dengan Allah berarti sejalan dengan Allah. Kita pergi kemana Allah pergi, kita melakukan apa yang Allah lakukan . Bukan sebaliknya. Kalau kita tidak pergi kemana Allah pergi dan melakukan apa yang Allah tidak kerjakan, maka kita tidak sedang bergaul dengan Allah. Saya ingin mengingatkan saudara, bahwa Allah itu pergi ke gereja setiap hari minggu, dia ikut persekutuan doa di gereja, dia hadir dalam ibadah ibadah di gereja. Allah juga hadir dalam rapat rapat majelis. Saudara tidak bisa mengatakan bahwa saudara hidup bergaul dengan Allah, namun saudara jarang ke gereja. Saudara juga tidak bisa mengatakan saya berjalan bersama Allah, padahal saudara tidak baca alkitab, tidak berdoa, tidak memberi, tidak bersaksi. Berjalan bersama Allah berarti pergi kemana Allah pergi dan melakukan apa yang Allah lakukan. Col 2:6 Saudara-saudara sudah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan. Sebab itu hendaklah kalian hidup bersatu dengan Dia, atau berjalan bersama dia.
Berjalan bersama Allah, berarti tidak berjalan menurut arah dunia. Dunia berjalan di jalan yang berdosa, saya akan berjalan sebaliknya, dijalan yang kudus. Henokh hidup dalam zaman yang bengkok. Dia hidup pada zaman sebelum air bah memusnahkan bumi. Zaman itu adalah zaman yang paling jahat dan rusak yang pernah ada. Di dalam kejadian 3 manusia jatuh dalam dosa. Di kejadian four , pembunuhan pertama dilakukan. Dan dalam kejadian 6 Allah menghancurkan bumi dengan air bah. Di tengah tengah rusaknya kelakukan manusia ini, Henokh hidup berjalan bersama Allah. Dia tidak hidup seturut kelakukan orang orang pada zamannya.
KETIGA: Berjalan bersama Allah berarti tidak berjalan menurut arah dunia dan menurut jalanku sendiri, melainkan berjalan searah dengan Allah. Hal ini membutuhkan penyangkalan diri, dan iman. Karena terkadang kita melihat bahwa jalan menurut dunia ini lebih mudah dan ringan. Sedangkan jalannya Tuhan kelihatannya sulit. Kalau berbohong, lebih mudah daripada berbicara jujur. Berbuat curang lebih menyelasikan masalah dibangdingkan jujur. Marah , membalas dendam lebih memuaskan dibandingkan mengasihi. Mengejar uang kelihatannya lebih kongkrit dibandingkan mengejar harta yang kekal.Tidak melayani kelihatannya lebih enak daripada melayani. Intinya bahwa berada di jalannya Tuhan itu nampaknya sulit sedangkan berada di jalan dunia ini lebih mudah dan alamiah. Seperti inilah kebohongan yang ditawarkan oleh dosa. Betulkah berbohong itu akan menyeleasikan masalah dengan mudah? Berbohogn hanya menyelesikan masalah sesaat saja. Betulakan berbuat curang akan menyelesaikan masalah? Itu pun hanya sesaat. Tanya saja Gayus yang ditangkap karena korupsi. Betulkan membalas dendam itu lebih memuaskan dibandingkan mengasihi? Sama sekali tidak memuaskan. Itu hanya memuaskan dalam tahap khayalan. Kalau sudah dilakukan tidak lagi memauskan, melainkan hanya ada peneyesalan. Betulkah tidak melayani lebih enak? Salah. Justru melayani Tuhan lebih memberikan sukacita.
Siapakah yang benar? Henokh yang berjalan searah dengan Tuhan ataukah orang orang zaman Henokh yang berjakan berlawanan dengan jalannya Tuhan? Henokh yang lebih bahagia. Mereka semu mati karena dosa dosanya, sedangkan Henokh tidak perlu melalui ngerinya kematian. Henokh mengalami sukacita yang besar, sedangkan orang orang berdosa pada zamannya hanya mengalami kesenangan dan bukan sukacita.
Mari memperhatikan siapakah Henokh tersebut. Dia anak dari Yared (Kejadian 5:18). Ketika Henokh berumur 65 tahun firman Allah mencatat istrinya melahirkan seorang anak yang mereka beri nama Metusalah (5:21) . Kemudian firman Tuhan mencatat: “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama 300 tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah. Jadi Henokh mencapai umur 365 tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah”. Selain itu Alkitab juga mencatat bahwa anaknya yang bernama Metusalah adalah manusia yang paling panjang usianya yang tercatat dalam Alkitab yaitu 969 tahun (five:27).
Pernyataan Alkitab bahwa “Henokh tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah” sangatlah menarik. Kalau kita perhatikan Kejadian five yang berisikan daftar silsilah keturunan Adam, semua orang yang namanya dicantumkan pada daftar silsilah keturunan Adam itu, diakhiri dengan mati kecuali Henokh. Henokh tidak mati, tetapi Dia diangkat oleh Allah. Hanya ada dua orang dalam Alkitab yang diangkat oleh Allah yaitu Henokh dan Nabi Elia.
Dalam Ibrani 11:five kita membaca: “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah”.
Mengapa Allah memperlakukan Henokh sedemikian istimewa? Mengapa Allah berkenan kepadanya? Memang tidak banyak keterangan yang kita peroleh dalam Alkitab mengenai kehidupan Henokh kecuali satu, bahwa dia bergaul dengan Allah. Hanya ada dua orang dalam Alkitab yang disebut sebagai orang yang bergaul dengan Allah yaitu Henokh dan Nuh (Kejadian 6:9). Jika dibandingkan dengan Nuh dan Nabi Elia, kita hanya menemukan bahwa dia hidup bergaul dengan Allah. Kata bergaul dalam ayat ini dalam bahasa Ibrani הָלַך àhâlak àhaw-lak’. Dalam Alkitab bahasa Inggris diterjemahkan “walked with God” yaitu berjalan bersama dengan Allah.
Kelihatannya sangat sederhana, tetapi mempunyai arti yang sangat dalam. Tidak mudah untuk dapat berjalan bersama sama. Amos three:three: “Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?” Berjalan bersama Allah artinya tidak mendahului Allah. Tidak memegahkan diri. Tidak hidup menurut pikiran atau kehendak sendiri. Tidak hidup menurut arus zaman, dan tidak melakukan apapun juga jika tanpa petunjuk, arahan dan penyertaan Tuhan.
Kita dapat membayangkan betapa Henokh taat dan patuh kepada Allah. Dia hidup berjalan bersama Allah, bergaul bersama dengan Allah selama 365 tahun. Dia hidup dalam dunia tetapi dia tidak hidup mengikuti cara hidup dunia. Dia mengikuti cara hidup yang dikehendaki Allah
Semua hal itu terjadi karena dia mengenal, mengasihi dan beriman kepada Allah. Dalam Ibrani 11:five kita membaca: “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya”. Ungkapan ini sangat indah. Henokh tidak meninggal tetapi dia diangkat. Allah mengulurkan tangan-Nya kepada Henokh lalu membawanya ke surga.
Saudara-saudaraku, mari berjalan bersama Tuhan. Mari hidup bergaul dengan Allah. Mari melakukan kehendak Allah dengan setia, seumur hidup. Jangan mengikuti arus dunia ini, tetapi tetaplah beriman kepada Tuhan Yesus. Itulah kehidupan yang berkenan kepada Allah. IA berkenan kepada Saudara.
"Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." Kejadian 5:22, 24
Berjalan bersama Tuhan berarti hidup dalam hadirat Tuhan dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Kita wajib mematuhi segala arahan Roh Kudus dan mengkhususkan hidup kita bagi rancangan Tuhan. Jika kita berjalan bersama Tuhan berarti kita melayaniNya dengan segenap keberadaan hidup ita sehingga kita berkenan kepadaNya.
PERTAMA, Hidup bergaul dengan Allah berarti bersekutu denganNya.
Kalimat ” bergaul akrab dengan Allah, hanya dipakai untuk Henokh dan Nuh (kejadian 6:9). Hal ini menunjuk kepada sebuah hubungan yang sangat
Rahasia, sebuah persekutuan yang sangat dekat dengan Allah, berjalan seolah olah disisi Tuhan. Hal ini berarti bahwa Henokh berbincang bincang dengan Allah dan Allah bercakap cakap dengannya. Hal ini dilakukan setiap hari oleh Henokh. Kata “hidup bergaul” dalam bahasa Ibrani memakai kata halak bentuk hitpael imperfect, makna harfiahnya adalah stroll constantly with God atau berjalan dengan Allah terus menerus.
Orang kristen zaman sekarang ini juga hidup bergaul dengan Allah. Tetapi ada dua hal yang kurang, yakni kita hanya berbicara kepada Allah saja dan jarang mendengarkan Allah berbicara kepada kita. Kita hanya mau didengarkan Allah tetapi belum memberikan diri untuk mendengarkan suara Tuhan. Kedua, kita berbicara dna mendengarkan suara Tuhan hanya pada waktu saat teduh saja. Setelah saat teduh kita sudah tidak lagi bersekutu dengan Dia karena kesibukan kesibukan kita,. Padahal hidup bergaul dengan Allah itu bukan hanya berbicara kepada Allah melainkan mendengarkan Allah berbicara juga kepada kita. Hubungan kita dnegan Allah lebih banyak didominasi oleh ucapan kita kepada Allah.
KEDUA, Hidup bergaul dengan Allah berarti sejalan dengan Allah.
Hidup bergaul dengan Allah juga bisa diterjemahkan berjalan bersama Allah. Pada waktu berjalan bersama seseorang, maka hal yang paling penting adalah arahnya sama. Kalau arahnya tidak sama, maka kita tidak bisa berjalan bersama. Demikian juga halnya dengan berjalan bersama Tuhan. Berjalan bersama Tuhan berarti sejalan dengan Allah. Kita sedang berjalan di dalam arah yang sama dengan arahnya Tuhan. Jika kita mengatakan bahwa kita berjalan bersama Allah namun tidak sejalan dengan Allah, maka kita sedang jalan sendirian. Alkitab mengatakan : Henokh berjalan bersama Allah dan bukannya Allah berjalan bersama Henokh. Henokh lah yang harus berjalan sejalan Allah, dan bukannya Allah yang berjalan searah henokh. Hidup bergaul dengan Allah berarti sejalan dengan Allah. Kita pergi kemana Allah pergi, kita melakukan apa yang Allah lakukan . Bukan sebaliknya. Kalau kita tidak pergi kemana Allah pergi dan melakukan apa yang Allah tidak kerjakan, maka kita tidak sedang bergaul dengan Allah. Saya ingin mengingatkan saudara, bahwa Allah itu pergi ke gereja setiap hari minggu, dia ikut persekutuan doa di gereja, dia hadir dalam ibadah ibadah di gereja. Allah juga hadir dalam rapat rapat majelis. Saudara tidak bisa mengatakan bahwa saudara hidup bergaul dengan Allah, namun saudara jarang ke gereja. Saudara juga tidak bisa mengatakan saya berjalan bersama Allah, padahal saudara tidak baca alkitab, tidak berdoa, tidak memberi, tidak bersaksi. Berjalan bersama Allah berarti pergi kemana Allah pergi dan melakukan apa yang Allah lakukan. Col 2:6 Saudara-saudara sudah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan. Sebab itu hendaklah kalian hidup bersatu dengan Dia, atau berjalan bersama dia.
Berjalan bersama Allah, berarti tidak berjalan menurut arah dunia. Dunia berjalan di jalan yang berdosa, saya akan berjalan sebaliknya, dijalan yang kudus. Henokh hidup dalam zaman yang bengkok. Dia hidup pada zaman sebelum air bah memusnahkan bumi. Zaman itu adalah zaman yang paling jahat dan rusak yang pernah ada. Di dalam kejadian 3 manusia jatuh dalam dosa. Di kejadian four , pembunuhan pertama dilakukan. Dan dalam kejadian 6 Allah menghancurkan bumi dengan air bah. Di tengah tengah rusaknya kelakukan manusia ini, Henokh hidup berjalan bersama Allah. Dia tidak hidup seturut kelakukan orang orang pada zamannya.
KETIGA: Berjalan bersama Allah berarti tidak berjalan menurut arah dunia dan menurut jalanku sendiri, melainkan berjalan searah dengan Allah. Hal ini membutuhkan penyangkalan diri, dan iman. Karena terkadang kita melihat bahwa jalan menurut dunia ini lebih mudah dan ringan. Sedangkan jalannya Tuhan kelihatannya sulit. Kalau berbohong, lebih mudah daripada berbicara jujur. Berbuat curang lebih menyelasikan masalah dibangdingkan jujur. Marah , membalas dendam lebih memuaskan dibandingkan mengasihi. Mengejar uang kelihatannya lebih kongkrit dibandingkan mengejar harta yang kekal.Tidak melayani kelihatannya lebih enak daripada melayani. Intinya bahwa berada di jalannya Tuhan itu nampaknya sulit sedangkan berada di jalan dunia ini lebih mudah dan alamiah. Seperti inilah kebohongan yang ditawarkan oleh dosa. Betulkah berbohong itu akan menyeleasikan masalah dengan mudah? Berbohogn hanya menyelesikan masalah sesaat saja. Betulakan berbuat curang akan menyelesaikan masalah? Itu pun hanya sesaat. Tanya saja Gayus yang ditangkap karena korupsi. Betulkan membalas dendam itu lebih memuaskan dibandingkan mengasihi? Sama sekali tidak memuaskan. Itu hanya memuaskan dalam tahap khayalan. Kalau sudah dilakukan tidak lagi memauskan, melainkan hanya ada peneyesalan. Betulkah tidak melayani lebih enak? Salah. Justru melayani Tuhan lebih memberikan sukacita.
Siapakah yang benar? Henokh yang berjalan searah dengan Tuhan ataukah orang orang zaman Henokh yang berjakan berlawanan dengan jalannya Tuhan? Henokh yang lebih bahagia. Mereka semu mati karena dosa dosanya, sedangkan Henokh tidak perlu melalui ngerinya kematian. Henokh mengalami sukacita yang besar, sedangkan orang orang berdosa pada zamannya hanya mengalami kesenangan dan bukan sukacita.


Comments
Post a Comment