Renungan Kristen 12 Januari 2024 Kejadian 20 : 1-18 : Allah Bertindak dalam Ketulusan Hati

 Renungan Kristen

12 Januari 2024 

Kejadian 20 : 1-18 

Allah Bertindak dalam Ketulusan Hati 

 



Dalam kisah Abraham ini, diceritakan pula bagaimana Tuhan berkuasa mencegah Abimelekh melakukan dosa. Kali ini dengan cara yang lebih terang-terangan. Abraham mengatakan bahwa Sara “hanyalah” adiknya sehingga raja Gerar itu berniat memperistri Sara (ay. 2). Tuhan yang mahatahu segera bertindak, memperingatkan Abimelekh melalui mimpi (ay. 3). Karena Abimelekh memiliki hati yang tulus, ia pun mendengarkan peringatan Tuhan itu dan mengembalikan Sara kepada Abraham (ay. 67).

Perjalanan hidup Abraham sangatlah banyak kejadian yang menggambarkan jikalau Abraham adalah manusia biasa dan bisa mengalami grafik naik ataupun turun dalam hal kerohanian. Sekali lagi setelah kejadian di Mesir, Abraham kembali gagal dan membahayakan rencana Allah bagi Sara. Allah turut turun tangan untuk melindungi peran serta Sara dalam sejarah penebusan sebagai ibu umat pilihan Allah (Kej 20:3-7)

Abimelekh adalah seorang raja di daerah Gerar. Gerar adalah kota atau daerah dimana Abraham pernah tinggal sebagai orang asing. Hal ini seperti yang tercatat dalam kitab Kejadian pasal 20. Pada saat Abraham tinggal disana itulah, Abimelekh hampir saja terjerumus dalam dosa.

Peristiwa itu nyaris terjadi gara-gara Abraham tidak berkata dengan sejujur-jujurnya. Ia tidak mengakui Sara sebagai istrinya, hanya sebagai saudaranya (ay. 12-13)

Abraham adalah salah satu pribadi yang bisa diteladani dalam hal iman. Namun, sisi keberdosaannya masih menguasainya. Hal ini terbukti ketika ia menetap di Negeb. Abraham kembali mengulangi tindakan dosa dengan cara membohongi Abimelekh saat mengatakan bahwa Sara bukan istrinya, melainkan saudaranya (6). Di sini, Abraham tidak menyertakan Allah. Ia mengandalkan pikirannya dengan mengira-ngira bahwa Abimelekh pasti orang jahat. Ia rela mengorbankan istrinya demi menyelamatkan dirinya. Suatu risiko besar diambil oleh Abraham.

 



Kesalahan Abraham berdampak pada hukuman bagi Abimelekh. Namun, di sisi lain Abimelekh juga bersalah karena mengambil istri orang lain. Hukumannya adalah semua perempuan di rumah Abimelekh menjadi mandul (18). Hukuman itu dimaksudkan sebagai peringatan, bukan mencelakai Abimelekh agar tidak tidur dengan Sara. Di sisi lain, makna positif dari peristiwa ini adalah Abimelekh menjadi sangat takut kepada Allah Abraham dan memberikan beberapa persembahan kepada Abraham dan Sara sebagai tanda penyesalannya (14-15

Tuhan menganggap serius ketulusan hati seseorang. Kita dapat belajar akan hal ini dari kisah Abimelekh yang berniat mengambil Sara sebagai istrinya. Abimelekh mendengar pengakuan Abraham dan Sara bahwa mereka hanyalah saudara, bukan suami-istri. Ketika Allah hendak menegurnya lewat mimpi, Abimelekh pun berkata bahwa semuanya ia lakukan dengan hati yang tulus. Tak ada niat sama sekali dalam diri Abimelekh untuk mengambil istri orang lain sekalipun sebagai raja ia dapat melakukannya.

Ada dua pelajaran Iman dari kisah ini adalah sebagai berikut:

Satu, menjadi saluran berkat berarti kita perlu melakukan hal yang benar di mata Tuhan.

Kedua, kita hanya bisa menjadi saluran berkat melalui campur tangan dan keterlibatan Tuhan

Sekali lagi iman Abraham gagal dan ia membahayakan rencana Allah bagi Sara. Allah turun tangan untuk melindungi peran serta Sara dalam sejarah penebusan sebagai ibu umat perjanjian (ayat Kej 20:3-7). Allah di dalam kasih karunia-Nya kadang-kadang akan meloloskan anak-anak-Nya yang biasanya setia dari situasi yang merupakan akibat dari kegagalan iman dan ketaatan mereka

Tuhan mencegah yang dikasihi jatuh dalam dosa, karena Tuhan melihat dan memperhitungkan ketulusan hati dan ketaatan yang ada dalam diri yang dikasihi. Selaku yang dikasihi, yang ditebus oleh Yesus Kristus, kita wajib berlaku tulus dan bersedia taat terhadap firman-Nya..



 

Miliki sikap hati yang jujur dan tulus di hadapan Tuhan. Bahkan ketika kita ingin berbuat dosa sekali pun, berterus-teranglah kepada-Nya. Serahkan hidup kita untuk dipimpin oleh Roh-Nya sepenuhnya. Mintalah agar Dia meluruskan jalan kita dan menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak kita sadari (Mazmur 19:13)

syukur Roh Kudus senantiasa mengingatkan, untuk mengenakan senjata Allah, yaitu firmanNya dalam menghadapi segala sesuatu. Disertai dengan hati yang pasrah penuh dalam doa dalam penyertaanNya.

Mari belajar melakukan segala sesuatu dengan ketulusan hati, sehingga ketika sesuatu hal yang kita lakukan salah, Tuhan akan mencegah dengan cara-Nya. Ketulusan seperti sebuah benteng dan perisai bagi kita untuk terhindar dari berbuat dosa.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah kelahiran Yesus bagi Umat Kristen

10 cara Menemukan Ketenangan Rohani dalam Kehidupan Sehari-hari: Renungan Mendalam

Berjalan Bersama Kristus: Menemukan Ketenangan dalam Kehidupan Sehari-hari